Senin, 29 Maret 2010
Gayus korupsi
INILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki mengaku telah lama mengendus keberadaan makelar kasus pajak."Saya secara pribadi sudah lama (men)cium ini sejak di KPK, ini seperti orang kentut, baunya kecium orangnya nggak tau siapa," ujar mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki, yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPK, di kantornya, Senin (29/3).
Ia menjelaskan, secara pribadi telah menemukan beberapa indikasi terkait makelar kasus pajak tersebut. "Saya sudah mencium beberapa indikasi, ini perlu didalami jangan gegabah bertindak, dengan kasus ini sebenarnya sudah terbuka," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, banyak pengusaha asing yang sebenarnya juga melakukan tindak penyuapan kepada para aparat yang berada di wilayah mereka berinvestasi.
"Penyuapan-penyuapan pengusaha luar negeri ketika mereka berada di negara manapun. Pengusaha-pengusaha itupun memberikan kesempatan," pungkasnya. [mre/cms]
Rabu, 24 Maret 2010

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagiTuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempatRagaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Nyatanya aku tak pernah sempatRagaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
apatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi iniKerinduan pada puisi kembali menjadiCurahan hatiku dalam sebentuk puisiSemoga esok aku bisa segera kembali
Hingga sekali lagi di pagi iniKerinduan pada puisi kembali menjadiCurahan hatiku dalam sebentuk puisiSemoga esok aku bisa segera kembali
Persahabatan Sejati
.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkandan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatanmempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapipersahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkanbertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapimembutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatandiwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukandengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahanuntuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnyaia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkandengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usahapemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kitamembutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasimencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasihdari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikandan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namunada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancurpersahabatan antara lain :1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)2. Ketidakterbukaan3. Kehilangan kepercayaan4. Perubahan perasaan antar lawan jenis5. Ketidaksetiaan.Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkanoleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapipersahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkanbertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapimembutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatandiwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukandengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahanuntuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnyaia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkandengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usahapemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kitamembutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasimencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasihdari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikandan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namunada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancurpersahabatan antara lain :1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)2. Ketidakterbukaan3. Kehilangan kepercayaan4. Perubahan perasaan antar lawan jenis5. Ketidaksetiaan.Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkanoleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Senin, 22 Maret 2010
Ular Pyton Yang Berhasil di tangkap di medan,Setelah Usai Memakan Pelajar Anak SMP
Wih gile cuy masa ada pelajar SMP dimangsa sama ular piton, kejadiannya ada di sumatera utara. Jadi kan ada 4 orang lagi mandi di sungai, tiba2 ada ular muncul dan ngelilit tubuh salah satu anak disitu. setelah dililit mangsa dibanting-banting supaya lemas. Nah, rencananya tuh ular pas udah mau nelen si korban, warga dateng deh bawa bambu runcing dan nusuk kepalanya si ular. ular pun terlepas dan kabur. tetapi, nyawa anak tersebut sudah melayang dengan tulang yang remuk. berita selengkapnya lihat aja di bawah :MEDAN, KOMPAS.com � Ular piton sepanjang 7 meter yang memangsa pelajar SMP PGRI, M Zakaria (13), saat mandi di Sungai Tembung, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diperkirakan masih bersembunyi di dalam terowongan air pembuangan limbah.
Hingga Senin pagi (22/3/2010), lokasi tewasnya M Zakaria, penduduk Pasar VIII Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, masih dipenuhi warga yang datang dari sejumlah daerah sehingga polisi harus mengamankan lokasi tersebut.
Darmin Nasution (60), salah seorang warga yang sudah hampir 50 tahun tinggal di Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, mengatakan, baru kali ini dirinya mengetahui seekor ular piton sepanjang 7 meter memangsa pelajar SMP di daerah tersebut.
"Kejadian aneh ini merupakan peristiwa yang cukup langka dan jarang terjadi sepanjang hidup saya yang tinggal tidak berapa jauh dari Sungai Tembung tersebut," kata Darmin dalam perbincangannya di Tembung, Senin.
Warga di sekitar Sungai Tembung, Kamis petang (18/3), geger setelah seekor ular piton ukuran besar dan panjang 7 meter lebih memangsa pelajar SMP yang sedang mandi-mandi dengan tiga temannya yang baru pulang sekolah.
Ular piton itu dengan ganasnya melilit korban yang sedang berusaha melarikan diri dari dalam sungai tersebut. Selain itu, menurut Nasution, ular yang dalam keadaan kelaparan itu juga membanting-banting korban di dalam sungai sehingga akhirnya korban lemas.
Sementara itu, tiga rekan korban yang berhasil keluar dari sungai berusaha minta bantuan warga yang tinggal tidak berapa jauh dari lokasi kejadian tersebut. Selanjutnya, masyarakat dengan menggunakan bambu runcing menombak bagian kepala dan badan ular itu agar mau melepaskan korbannya.
Usaha yang dilakukan warga itu tidak sia-sia karena saat itu juga ular tersebut melepaskan korban yang sudah dalam keadaan remuk dan tidak bernyawa lagi. Ular yang dalam keadaan mengganas itu, menurut Nasution, nyaris menelan pelajar SMP tersebut.
Kemudian, ular tersebut menghilang dan menyelam masuk ke terowongan tempat persembunyiannya dan sampai saat ini tidak pernah keluar.
Selanjutnya, ia menjelaskan, warga yang mengetahui ular memangsa pelajar SMP itu juga tidak mau tinggal diam. Mereka meminta bantuan beberapa pawang ular untuk bisa menangkap ular yang berada di Sungai Tembung.
Kemudian, Jumat, (19/3) sekitar pukul 19.30 WIB, pawang ular yang bekerja ekstra keras, yang dibantu masyarakat, akhirnya berhasil menjerat ular ukuran besar itu dari tempat persembunyiannya di dalam sungai.
Ular tersebut berhasil dijerat dengan tali yang sudah dipersiapkan setelah lebih dulu diberi umpan berupa seekor ayam. Selanjutnya, ular yang berhasil ditangkap itu dimasukkan ke dalam goni dan dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk diamankan.
Namun, menurut pawang ular yang menangkap ular tersebut, ular yang dijerat itu bukan ular yang memangsa pelajar SMP, tetapi ular lain yang hidup di Sungai Tembung. Menurut pawang itu, ada dua ekor lagi ular besar yang masih hidup di Sungai Tembung itu, salah satunya ular yang memangsa pelajar SMP.
Selanjutnya, Nasution mengatakan, peristiwa ular yang memangsa seorang pelajar SMP itu benar-benar termasuk peristiwa aneh di daerah tersebut karena setiap hari Sungai Tembung dijadikan warga sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian.
Namun, tidak pernah ada warga yang melihat ular atau diganggu binatang lainnya yang ada di sungai itu. "Saya benar-benar terkejut mengetahui ada ular yang memangsa pelajar SMP hingga tewas. Hal ini adalah kejadian yang luar biasa sepanjang hidup saya yang sudah puluhan tahun lamanya tinggal di Tembung," katanya.
Apalagi, menurut dia, lokasi Sungai Tembung itu hanya berjarak lebih kurang 200 meter dari rumahnya. "Kadang-kadang saya juga sering mandi di Sungai Tembung ini, tetapi belum pernah melihat seekor ular pun. Kejadian ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, ke depan jangan ada lagi korban yang dimangsa ular," kata Nasution.
Ular PYton Makan Anak SMP Di Medan Tembung
MEDAN - Hari kelima pasca tewasnya, Muhammad Zakaria (13) akibat gigitan dan lilitan ular piton di Sungai Tembung, kecamatan Percut Sei Tuan, kepala dusun I desa Tembung, Erwinsyah, mengaku masih mengumpulkan dana untuk mencari seekor lagi ular yang diyakini masih bersembunyi di dalam terowongan mili PT Panca Pinang."Untuk mencari ular tersebut, tentu saja butuh dana. Upaya spontanitas ini diketahui kepala desa Tembung, karena warga yang mencari butuh makan dan minum" jelasnya, tadi malam.
Ditambahkan, warga yang mencari ular tersebut berasal dari dusun I, II, III, IV dan V desa Tembung. Menurutnya, sejak siang hingga malam, warga masih berduyun-duyun mendatangi Titi Sewa Tembung, tempat siswa kelas II SMP PGRI 24 Tembung itu tewas dipatuk ular.
"Ratusan warga masih terus berdatangan, namun hari ini tidak ada kegiatan pencaharian ular. Masyarakat yang datang hanya sekadar melihat-lihat saja," terangnya.
Menurutnya, bila dana sudah terkumpul, maka perburuan terhadap Ular Sawah yang telah memakan korban jiwa itu segera dilanjutkan.
Langganan:
Postingan (Atom)

